Bingung Pilih Gudeg Khas Yogyakarta? Ini Rekomendasinya

Apalah arti berlibur ke Yogyakarta tanpa menyantap kuliner gudegnya? Sebagai penyandang nama beken Kota Gudeg, tentu Yogyakarta menawarkan banyak gudeg yang nikmat, mulai dari gudeg khas restoran hingga gudeg khas pinggir jalan.

Tak cuma nikmat, banyaknya pedagang gudeg yang bertebaran di Jogja juga membuat banyak pelancong kebingungan dalam memilih penjaja gudeg khas Yogyakarta. Berikut ini beberapa rekomendasi penjaja gudeg yang paling fenomenal di Jogja.

Baca juga:
Rumah Makan Inggil, Sensasi Wisata Kuliner Nuansa Tempoe Doeloe
Empat Kuliner paling Legendaris di Pasar Gede Solo

Gudeg Yu Djum

Ini merupakan brand gudeg khas Yogyakarta yang paling terkenal, terutama di kalangan wisatawan. Tempatnya bertebaran dimana-mana.

Bisnis Gudeg Yu Djum menurut catatan telah dijalankan puluhan tahun. Konon saat ini pengelolanya sudah diserahkan kepada generasi keempat.

Dimana kita bisa temukan Gudeg Yu Djum? Sesampainya di Jogja, ketik kata kunci sesuai nama brand di mesin pencari, kelak ia akan mengarahkan kita ke Yu Djum yang paling dekat dari tempat kita berdiri.

Bu Tjitro

Walau sama-sama gudeg khas Yogyakarta, namun gudeg Bu Tjitro memiliki ciri khas yang membedakannya dari penjaja gudeg lain. Gudeg yang memiliki gerai pertama di Jalan Janti no. 330, Yogyakarta ini terkenal dengan gudegnya yang diberi wadah kendil.

Konon wadah kendil akan memberikan aroma dan cita rasa yang unik pada gudeg. Ada dua versi Gudeg Bu Tjitro, yaitu yang menggunakan dan tanpa angka ‘1925’. Gudeg ini sekarang sudah bisa ditemui di sekitaran kota Jakarta dan Tangerang.

Mbah Marto

Jika dua gudeg sebelumnya sudah dikapitalisasi di tempat yang lebih modern, tidak demikian adanya dengan Mbah Marto. Untuk bisa mencicipi kenikmatan gudeg ini pelancong harus menjelajahi pedesaan di kawasan Sewon, Bantul.

Warung Mbah Marto tepatnya terletak di dusun Nengahan, desa Panggung Harjo. Di warungnya ini tetamu tidak cuma bisa merasakan gudeg yang benar-benar khas Jogja, namun juga merasakan hawa pedesaan Yogyakarta yang hakiki.

Gudeg Mbah Marto juga memiliki ciri khas, yaitu hadirnya sajian mangut lele yang amat nyamleng jika dimakan bersama dengan nasi panas, gudeg, krecek, plus tes hangat yang manis, sedikit pahit dan sepat.

Gudeg Pawon

Sesuai namanya, gudeg ini disajikan di langsung di hadapan pembuatnya dan di dapur aslinya, fresh from the kitchen istilahnya.

Gudeg yang sudah berdiri lebih dari 30 tahun ini amat dikenal oleh kaum nokturnal, alias orang yang gemar keluyuran di malam hari. Gudeg Pawon baru buka di saat kebanyakan orang mulai terlelap, yaitu pukul 22.30.

Gudeg Mercon Bu Ngatinah

Sesuai namanya, gudeg yang satu ini digemari oleh para fans cabai, sebab Bu Ngatinah, si pemilik warung, membikin sajian gudeg dengan pelengkap sambal hijau.

Warung itu berduduk kokoh di emperan jalan Poncowinatan, tepatnya di sebelah barat klenteng Poncowinatan. Gudeg ini buka hanya di tengah malam, pukul 23.00 hingga 04.00 subuh.

Gudeg Wijilan

Bicara gudeg khas Yogyakarta tentu tak sedap tanpa menyebut gudeg Wijilan. Apa sebab? Menurut beberapa penuturan masyarakat lokal (yang tentu harus dibuktikan keabsahannya), asal muasal gudeg Jogja ya dari jalan Wijilan ini.

Jalan Wijilan sendiri terletak kurang 1 km dari Keraton Yogyakarta. Di sepanjang jalan ini kita bisa menemukan banyak penjaja gudeg. Salah satu yang memiliki brand positioning tinggi adalah yang memiliki cap ‘Bu Lies’. Konon ia adalah salah satu pemain pertama di bisnis pergudegan Jogja.

 

One thought on “Bingung Pilih Gudeg Khas Yogyakarta? Ini Rekomendasinya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *