Batik Kamoro, Dari Ukiran menjadi Motif Batik

Batik bukan hanya di Jawa, batik ada juga yang berasal dari daerah paling timur Indonesia, yaitu Papua.  Salah satu motif baru dari Papua adalah Batik Kamoro. Batik ini pertama kali muncul pada tahun 2011.

Jimmy Hendrick Afaar, seorang pembatik asal Papua adalah pria yang pertama kali memperkenalkan Kamoro. Ia awalnya belajar membatik di Pekalongan, Jawa Tengah. Jimmy mengembangkan kemampuan membatiknya dari batik-batik khas Jawa dan kemudian membawanya ke Papua dengan mengupayakan Papua untuk memiliki batik khasnya sendiri.

Baca juga:
Apa Saja, Sih Motif Batik Papua?
5 Pantai Ini Pernah Jadi Lokasi Upacara 17 Agustus Bawah Laut

Nama Kamoro diambil dari nama Suku Kamoro yang tinggal di bagian selatan Papua. Sebelum adanya batik, Suku Kamoro memiliki kerajinan lain berupa pahatan dan ukiran-ukiran dari kayu. Kesenian ini menjadi ciri khas suku Kamoro dan terkenal hingga ke dunia Internasional. Kesenian ini biasa disebut tiang totem dan mbitoro. Keduanya sama-sama berupa seperti patung yang terinspirasi dari tetua-tetua dari suku itu sendiri. Yang membedakan hanyalah bahan kayu dan siapa yang menjadi inspirasi pembuatan ukiran-ukiran dan pahatan tersebut.

Suku Kamoro mulai mengenal mengenal batik melalui program pemerintah dengan bantuan dari UNDP (United Nations Development Programme). Pemerintah mendatangkan pembatik langsung dari Jawa untuk mengembangkan kebudayaan di Papua terutama di daerah suku Kamoro.

Program ini dimulai pada tahun 1985 dengan harapan bukan hanya budayanya yang berkembang, tapi juga mengenalkan Papua ke dunia. Sampai saat ini, Butik terkenal yang menciptakan batik Kamoro ini adalah butik Port Numbay milik Jimmy Hendrick Afaar. Butik ini dianggap sebagai pelopor butik batik di Papua.

Batik Kamoro ini terinspirasi dari pahatan dan ukiran-ukiran suku Kamoro yang berupa Totem dan mbitoro tadi. Sehingga, jika diperhatikan, motifnya berupa motif patung-patung berbentuk manusia (totem dan mbitoro) yang dituangkan ke dalam batik.

Apa ciri batik Kamoro? Intip di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *