Inilah Bedanya Batik Pesisir dan Batik Indonesia

Bicara soal sejarah batik memang amat panjang dan rumit. Sebab, batik di jaman dahulu juga menjadi pertanda tingkatan dalam masyarakat. Selain batik pedalaman yang terkenal di kerajaan Mataram, ada juga batik pesisiran dan batik Indonesia.

Batik Pesisiran

Motif Buketan Van Zuylen(photo: Batik Belanda 1840 – 1940, Hermen C Veldhuisen, Gaya Favorit Press 2007)
Motif Buketan Van Zuylen(photo: Batik Belanda 1840 – 1940, Hermen C Veldhuisen, Gaya Favorit Press 2007)

Jika Batik Pedalaman adalah batik tradisional, Batik Pesisiran menampilkan berbagai pengaruh budaya luar negeri. Hal ini disebabkan banyaknya pendatang asing di wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Kaum pedagang dari India dan Arab, keturunan Tionghoa, hingga Belanda dan Jepang yang pernah menjajah Indonesia yang banyak menetap di daerah pesisiran pantai utara pulau Jawa.

Baca juga:
Inilah Bagian-Bagian Penting Batik Pesisiran
Bukit Langkisau, Tempat Paling Romantis di Pesisir Selatan

Beberapa bangsa menularkan motif khas bangsanya, beberapa menjadi pengusaha batik dan menampilkan motif khas budaya asalnya. Beberapa daerah utama pengembang batik pesisiran adalah Pekalongan, Cirebon, Lasem, dan Madura.

Batik pesisiran sangat menonjolkan keindahan baik dari motif maupun warna. Perkembangan batik pesisiran membawa batik masuk ke ranah industri. Banyak motif yang disesuaikan dengan selera pasar. Hal ini mendorong munculnya motif-motif baru yang bervariasi.

Motif batik pesisiran tidak terlalu mempunyai makna filosofi dan aturan pemakaian khusus, hanya beberapa yang demikian yaitu batik Tionghoa. Beberapa motif pesisiran adalah motif dongeng, motif kumpeni, buketan, megamendung, tiganegeri, pagisore, dan lain-lain.

Budaya asing juga sangat mempengaruhi warna dalam Batik. Batik pesisiran mempunyai warna yang cerah dan beraneka ragam. Penggunaan warna sintetis pada awal 1900-an membuat pesisiran menampilkan warna-warna baru yang semula tidak terimplementasikan dalam batik.

Batik Indonesia

Photo: batikology.org
Photo: batikology.org

Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Presiden Soekarno membuat inisiatif untuk menciptakan batik yang menunjukkan identitas bangsa. Ide dasarnya adalah memadukan gaya pedalaman dan gaya pesisiran. Soekarno kemudian meminta seniman batik asal Surakarta yaitu Go Tik Swan untuk membuat batik tersebut. Beliau menciptakan batik motif Kraton dengan warna ala pesisiran. Gaya ini kemudian banyak diteruskan oleh seniman batik Indonesia lainnya, salah satunya adalah Iwan Tirta.

One Comment Add yours

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *