Begini sulitnya Mewarnai Selembar Kain Tenun Sumba

Pamor tenun Sumba dalam satu tahun terakhir ini makin populer di kalangan masyarakat luas. Tidak terbatas digunakan untuk upacara adat atau acara-acara formal, tenun Sumba juga telah menjadi favorit bagi sebagian masyarakat untuk digunakan dalam acara-acara santai.

Proses pembuatan tenun tersebut terkenal rumit dan membutuhkan waktu yang panjang. Belum lagi proses pewarnaan tenun Sumba yang tak kalah sulitnya lantaran bahan pewarna tenun Sumba hingga saat ini menggunakan bahan-bahan alami.

Kelompok Penenun Lukamba Nduma Luri, Waingapu, Sumba Timur membuka sedikit rahasia di balik keindahan warna tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Baca juga:
Menyaring Kopi dengan Kain Tenun Gedong, Apa Rasanya?
Foto Pranikah dengan Tenun Kupang Ini Epik dan Menginspirasi

Menurut Fidelis Tasman Amat, Ketua Fidelis Tasman Amat, warna merah di dalam kain tenun berasal dari akar mengkudu, sedangkan warna biru didapat dari tumbuhan indigo atau nila. Perajin tenun Sumba akan mengkombinasikan kedua warna ini dengan intensitas masing-masing warna yang berbeda. Tiap kombinasi akan menghasilkan tingkat kecerahan warna yang berbeda pula.

Bagaimana membuat warna hitam yang mendominasi warna tenun Sumba kebanyakan? Warna hitam berasal dari campuran warna merah dan biru. Untuk menghasilkan warna kuning, penenun biasa menggunakan kulit kayu.

Sebelum melalui proses pewarnaan, penenun biasanya merancang motif awal dengan daun gewang. Setelah itu barulah kain direndam di larutan warna dan dijemur beberapa kali.

One Comment Add yours

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *