Dian Sastro: Tenun Sumba Cocok untuk Kaum Millennials

Dalam akun Instagramnya, Dian Sastrowardoyo belakangan ini kerap memamerkan kain tenun Sumba dalam acara sehari-hari. Bukan tanpa alasan, bintang film yang meroket berkat film ‘Ada Apa Dengan Cinta’ ini memang sengaja ingin mempromosikan tenun Sumba kepada anak muda Indonesia.

“Aku mau anak-anak muda Indonesia tahu kalau kain ini (tenun Sumba) tidak hanya cocok dipakai untuk acara formal, tapi juga bisa untuk sekedar hang out dengan teman-teman,” ungkapnya di sela-sela konferensi pers ‘Lukamba Nduma Luri’ di Jakarta kemarin (8/8/2017).

Menurut Dian, menggunakan kain tenun asli Sumba adalah wujud apresiasi karya dari para perajin lokal yang amat terampil. Tak hanya soal perajin, bahan alami yang digunakan sebagai bahan pewarnaan tenun Sumba juga patut diapresiasi. Maklum saja, untuk mengolah bahan alami seperti buah dan daun dibutuhkan waktu yang cukup panjang.

Dian mengatakan, proses pembuatan yang penuh kesabaran dan amat detil juga menjadikan kain ini amat bernilai. Produksi Satu kain tenun Sumba bisa memakan waktu hingga enam bulan lamanya.

Belum lagi soal motif yang taak bisa dibilang mudah dibuat. Karena proses pembuatannya hand made, maka tiap lembar kain sangat unik. Dalam kain-kain tradisional Indonesia, seperti tenun, songket dan batik, tidak ada motif yang sama persis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *