Inilah Fakta-Fakta Tentang Kecintaan Hiroaki Kato Kepada Budaya Indonesia

“Kehangatan orang-orang Indonesia,” jawab Hiro, panggilan Hiroaki Kato, musisi asal Jepang saat Batikplatform bertanya kenapa sangat mencintai Indonesia.

Ditemui di kantornya di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Hiro menceritakan kisah hidupnya dan jatuh cintanya terhadap Indonesia.

Baca juga:
Nikmatnya Kopi Premium Khas Indonesia yang Tak Menguras Dompet
Kapan Jepara Menjadi Sentra Ukiran Indonesia?

Kuliah di jurusan sastra Indonesia karena diajak wanita cantik

Hiro mengaku pertama mengenal Indonesia saat ia kuliah di jurusan Sastra Indonesia. Ia memilih jurusan itu bukan karena menyukainya, melainkan hanya mengikuti seorang wanita cantik di kampusnya.

Bukannya jatuh cinta kepada si wanita, Hiro malah jatuh cinta kepada Indonesia saat menjalani pendidikan itu. Di tahun 2006 ia ikut serta dalam program pertukaran pelajar ke Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Di situlah ia mulai mencintai Indonesia.

Selalu kangen Indonesia

Hidup di Indonesia sangat berbeda dengan Tokyo, tempat Hiro tumbuh. Kehidupan khas megapolitan membuatnya kehilangan rasa hangat dari orang-orang di sekitar. Kehangatan dari orang lain kembali ia dapatkan di Yogyakarta.

“Orang-orang di Tokyo, mungkin juga di Jepang, sangat menjaga jarak. Di sini (Indonesia) kalau kita sudah nyambung kita benar-benar tebuka, saling menolong, tidak berjarak. Itulah yang buat saya selalu kangen Indonesia,” ujarnya.

Setelah program pertukaran pelajarnya selesai ia tidak bisa menetap di Indonesia. Ia kembali ke Jepang untuk melanjutkan program pascasarjananya di jurusan yang sama.

Hiro merasa karir musiknya di Jepang tak cemerlang

Hiro juga sempat menjadi dosen sastra Indonesia sambil mengejar impiannya di dunia musik. Saat itu ia belum berpikir akan berkarir di Indonesia karena harus menyelesaikan kontraknya sebagai pengajar. Kecintaannya terhadap Indonesia ia tuangkan dengan menjadi penerjemah dan pembawa acara di beberapa pagelaran kebudayaan Indonesia di Jepang.

Penyuka tempe mendoan ini sempat menelurkan satu album di Jepang dan membuat konser tunggal. Namun Hiro tak puas. Ia merasa karirnya mandek dan tidak mampu untuk lebih maju lagi. Ia bingung harus melakukan apa untuk mewujudkan impiannya menjadi musisi terkenal.

“Waktu itu ada acara kebudayaan Indonesia dan saya jadi MC-nya. Saya ngobrol dengan band Kotak yang jadi bintang tamu di acara itu. Saya curhat ke Tantri (vokalis Kotak) dan minta tips bagaimana untuk bisa bersinar seperti mereka,” kenang Hiro.

Tak disangka, Tantri saat itu mengatakan bahwa Hiro mungkin akan lebih bersinar jika berkarir di Indonesia.

“Tingkah laku kamu itu sepertinya bisa lebih diterima oleh orang Indonesia, coba saja,” ujar Hiro meniru perkataan Tantri Kotak.

Meninggalkan seluruh pekerjaan dan keluarganya demi karir di Indonesia yang belum jelas

Bermodal nekat, Hiroaki Kato pergi ke Jakarta tahun 2014. Saat itu ia tidak memiliki banyak jaringan, apalagi di media massa, atau mereka yang berhubungan erat dengan industri hiburan. Hiro cuma mengenal teman-temannya saat ia tinggal satu tahun di Yogyakarta dan personel Kotak.

“Saya langsung kontak Tantri, dia bantu saya masuk di program televisi,” ungkapnya. Saat itu, program televisi itu menawari Hiro menjadi tamu di salah satu program televisi itu.

Pernah jadi pengangguran dan makan sekali sehari di Jakarta

Menjadi tamu di program hiburan itu Hiro merasa amat mudah mengambil hati orang Indonesia. Jalan sukses bermusik di indonesia terlihat benderang. Tapi sayang, jalan itu penuh liku.

“Saat itu saya dikontrak untuk 10 episode. Kalau berhasil ikut 10 episode, saya akan masuk manajemen artis milik tv itu, mereka akan jamin hidup saya di Indonesia. Tapi, saat episode ke-8 program itu terpaksa ditutup karena punya masalah dengan aturan Komisi Penyiaran Indonesia. Seketika saya jadi nggak jelas, jobless,” kenangnya.

Selama lima hingga enam bulan lamanya Hiro jadi pengangguran di Jakarta. Ia hidup bermodal sisa uang tabungannya saat berkarir di Jepang. Hiro bahkan mengaku pernah makan sekali sehari agar bisa mengirit pengeluaran.

Baca juga:
Wall Koto Gadang, Menikmati Tembok Besar China ala Indonesia di Bukittinggi
Batik dan Diplomasi untuk Meregangkan Ketegangan Indonesia-Singapura

Jadi pemandu acara televisi, Hiro makin jatuh hati dengan Indonesia

Kesempatan kembali didapat saat  salah satu stasiun televisi lainnya meminta Hiro menjadi pembawa acara program jalan-jalan keliling Indonesia. Ia mengaku, dari program itu ia makin mengenal Indonesia dan makin mencintai Indonesia.

Dari acara itu pula jalan Hiroaki Kato untuk berkarir di industri musik Indonesia makin terbuka. Ia mengaku senang berkolaborasi dengan pemusik Indonesia. Kolaborasi itu ia tunjukkan dengan menggubah lagu berbahasa Indonesia ke bahasa Jepang.

“Pertama saya menerjemahkan lagu “Ruang Rindu” milik Letto, “Sepatu” milik Tulus, dan “Dekat di Hati” RAN,” ujarnya.

Ingin membawa budaya Indonesia ke kaum muda

Dalam tiap penampilannya, Hiro selalu mengenakan batik atau aksesoris khas Indonesia. Bukan tanpa sebab, ia ingin anak muda di Indonesia lebih mencintai produk budayanya sendiri. Lebih dari itu, Hiro bermimpi agar budaya Indonesia juga makin dikenal di Jepang.

“Menurut saya pertukaran budaya ini sekarang tidak imbang. Indonesia impor banyak sekali budaya Jepang. Apa disukai di Jepang, pasti juga disukai di sini. Saya mau ada keseimbangan, Indonesia juga harus ekspor budayanya ke Jepang. Itulah kenapa saya ingin budaya Indonesia lebih dikenal,” tambahnya.

One thought on “Inilah Fakta-Fakta Tentang Kecintaan Hiroaki Kato Kepada Budaya Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *