Hiroaki Kato, dari Fans Letto, Jadi Ketagihan Menyanyikan Lagu Indonesia

Hiroaki Kato, musisi asal Jepang yang terkenal dengan lagu-lagu berbahasa Indonesianya mengaku, awal mencintai musik di Indonesia lantaran menjadi salah satu fans band Letto asal Yogyakarta.

Hiro, panggilan Hiroaki Kato, tahun 2006 kuliah selama satu tahun di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Saat itu, ia mengenal lagu Ruang Rindu yang dibawakan oleh Letto. Lagu itu memang amat terkenal dan diputar hampir di seluruh radio anak muda di Indonesia, termasuk Yogyakarta.

Mendengar lagu itu, Hiro merasa jatuh hati. Bahkan, ia mengaku selalu hadir saat Letto tampil.

Baca juga:
Inilah Fakta-Fakta Tentang Kecintaan Hiroaki Kato Kepada Budaya Indonesia
Damar Kurung, Tradisi Lampion yang Melegenda di Gresik

“Saya selalu ada di barisan depan kalau Letto konser. Saya senang sekali dengan irama, lirik, dan makna lagu-lagu Letto yang mendalam,” ujarnya kepada Batikplatform beberapa waktu lalu.

Seringnya Hiro menonton penampilan Letto membuat Noe, vokalis Letto, memperhatikan kehadirannya. Noe pun mengundangnya untuk mampir ke studio tempat Letto berlatih. Kesempatan itu tak ia sia-siakan.

“Kita sering latihan bersama. Satu hari saya bilang ke dia (Noe), mas boleh nggak saya terjemahkan lagu Ruang Rindu dan saya mainkan kalau lagi manggung, dia mengizinkan,” kenangnya.

Jadilah saat ini kita sering mendengar lagu Ruang Rindu dalam bahasa Jepang berkumandang di banyak penampilan Hiro.

Tapi, Hiro mengaku, setelah hampir 10 tahun menerjemahkan Ruang Rindu, ia belum pernah merekam lagu itu secara langsung bersama band yang mempopulerkannya.

Baru di album pertamanya yang dirilis bulan Maret lalu lagu Ruang Rindu direkam. Lagu Letto itu menjadi satu dari 10 lagu yang ada di album berjudul Hiroaki Kato itu.

Album Hiroaki Kato. Foto: hiroakikato.com

Dari lagu itu pula Hiro berniat untuk menerjemahkan lagu-lagu Indonesia lainnya. Saat ini setidaknya sudah ada dua lagu milik musisi Indonesia lainnya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, yaitu lagu Sepatu milik Tulus, dan Dekat di Hati milik RAN.

“Untuk lagu Dekat di Hati versi Jepang itu saya malah tidak menyanyi. Semua dinyanyikan RAN, saya hanya menerjemahkan,” ungkapnya.

Menurut Hiro, menerjemahkan lagu Indonesia ke bahasa Jepang punya kesulitan tersendiri. Banyak kata-kata puitis dan arti yang amat tergantung kepada konteksnya. Untuk itulah, ia harus benar-benar mengenal penyanyi atau pencipta lagu itu.

“Konteks sebuah bahasa itu banyak terbentuk dari lingkungan sewaktu kita masih anak-anak. Saya tidak menghabiskan childhood saya di Indonesia, makanya saya harus banyak diskusi tentang konteks sebuah kalimat dengan penyanyi atau penciptanya. Lagu Ruang Rindu misalnya. Itu puitis sekali, maknanya dalam banget. Saya harus banyak diskusi dengan Noe tentang arti di balik liriknya,” jelas musisi kelahiran Tokyo ini.

Selain menerjemahkan lagu Indonesia, Hiro juga tengah sibuka menerjemahkan novel dan film Indonesia untuk diedarkan di Jepang. Ia saat ini bekerja sama dengan Dewi Lestari untuk menerjemahkan novel dan film Filosofi Kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *