Hati-Hati Memilih Motif Kain Jarik untuk Gendong Anak! Motif Mana yang Boleh Digunakan?

Jarik, atau kain penggendong bayi amat populer di masyarakat Indonesia. Walau sudah ada alat gendong yang praktis, namun masih banyak wanita yang lebih memilih jarik untuk menggendong anak mereka.

Kain jarik sendiri merupakan sebuah kain batik panjang utuh yang fungsional. Selain untuk menggendong bayi, sejak lama jarik juga dimanfaatkan untuk membawa barang dagangan oleh para pedagang.

Menurut sejarahnya, orang tua tidak bisa sembarangan memilih kain batik untuk menggendong bayi. Motif batik yang digunakan haruslah motif yang memiliki makna baik.

Baca juga:
Kain Ma’a dan Sarita Ternyata Nenek Moyang Batik Toraja
Menyelami Motif Parang Tradisional yang Sarat Makna

Kain batik yang biasa dijadikan kain jarik adalah motif Sido Asih, Sido Mulyo, dan Semen Romo.

Motif Sido Asih dan Sido Mulyo memiliki falsafah bahwa kehidupan itu harus dilandasi kebersihan lahir dan batin. Dengan mengenakan kain ini, orang tua berdoa agar anak yang digendong kelak memiliki kebersihan, baik lahir maupun batinnya.

Motif Semen Romo sendiri memiliki makna kerukunan pasangan suami istri. Sehingga kelak bayi yang digendong tidak melihat kedua orang tuanya berpisah.

Motif Sidodrajat dan Sido Luhur juga boleh digunakan sebagai gendongan karena motif ini memiliki arti kedudukan yang tinggi dan menjadi manusia luhur.

Sebaliknya, orang tua harus menghindari motif-motif kain jarik yang memiliki makna tidak baik.

Motif Slobog misalnya. motif ini menurut sejarah didesain untuk mereka yang meninggal dunia dan keluarganya. Bahkan, motif ini juga sering digunakan sebagai kain penutup jenazah.

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *