Damar Kurung, Tradisi Lampion yang Melegenda di Gresik, Jawa Timur

Banyak orang sudah mengetahui apa itu lampion. Tapi tidak banyak yang tahu apa itu Damar Kurung.

Meski memiliki konsep yang sama dengan lampion, tapi wujud Damar Kurung di Gresik memiliki perbedaan dengan lampion China yang berbentuk bundar. Sebab dalam tradisi Damar Kurung, lampion yang digunakan memiliki karakteristik bentuk kubus dengan lapisan kertas gambar dua dimensi. Lapisan ini juga dihias dan memiliki peyangga pada bawah lentera.

Baca juga:
Ngarot, Tradisi Para Remaja Indramayu yang Unik dan Menarik
Melihat Keunikan Tradisi Perang Pasola di Sumba, NTT

Damar Kurung memiliki arti lentera atau lampion dengan bentuk kubus seperti kurungan atau kandang hewan. Damar Kurung ditempatkan dengan cara digantung.

Berdasarkan riwayatnya, Damar Kurung sudah mulai dikenal sejak abd ke-16. Saat itu Damar Kurung muncul menggantikan wayang beber. Dengan lukisan pada lampion, maka akan muncul cerita saat lampion dinyalakan dan digerakkan.

Seorang tokoh yang mempopulerkan Damar Kurung adalah seorang seniman bernama Masmundari (Mbah Ndari). Bahkan ada yang menyebut bahwa Mbah Ndari yang menciptakan Damar Kurung.

Pada awalnya memang hanya Mbah Ndari dan keturunannya yang membuat Damar Kurung. Tapi sejak Damar Kurung sering mengikuti berbagai festival, maka pembuat lentera ini pun makin banyak bermunculan.

Damar Kurung yang berwujud lentera kubus ini sudah menjadi tradisi di Kabupaten Gresik, terutama di Kecamatan Gresik, Jawa Timur. Awalnya lentera Damar Kurung dibuat dan ditampilkan untuk menyambut Lailatul Qodar di bulan Ramadhan. Saat itu lentera Damar Kurung akan diletakkan atau digantung di depan setiap rumah penduduk.

Namun seiring makin populeernya lentera Damar Kurung, maka penggunaannya juga dimanfaatkan pemerintah Gresik untuk menerangi jalan dan taman kota. Perluasan fungsi Damar Kurung sekarang ini juga bisa kita lihat dari beberapa wujud seperti lampu tidur, lukisan berfigura, desain kaos hingga arsitektur bangunan.

Keistimewaan Damar Kurung ada pada karakternya yang khas dan berbeda dengan lentera atau lampion lainnya di dunia. Bila mau menyamakan dengan lentera negara lain maka yang lebih mirip dengan Damar Kurung adalah lentera dari Jepang yang disebut Andon atau Toro.

Andon dan Toro dibuat dengan kertas putih polos menggunakan struktur kerangka dan di isi sebuah lilin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *