Ternyata Beginilah Proses Membuat Batik Tulis

Sesuai dengan namanya, teknik ini dilakukan seperti menulis pada kain, menggunakan canting tulis. Biasanya pembatik membuat pola desain dengan menggunakan pensil pada kain. Kemudian dengan menggunakan canting tulis, pembatik menorehkan malam mengikuti pola. Pembatik juga dapat memberi elemen dekoratif seperti isen-isen, taburan, ataupun tanahan. Pemilihan jenis canting tulis sangat membantu dalam pengerjaan. Pemilihan ukuran Canting…

Tak Jelasnya Sejarah Batik Tiga Negeri

Banyak menganggap bahwa keaslian batik Tiga Negeri dapat dilihat dari tanda identitas yang diberikan pembatiknya. Adalah Tjoa Tjoen Kiat dan Tjoa Siang Swie yang dulu dianggap sebagai pembuat batik Tiga Negeri yang sesungguhnya. Tanda yang diberikan adalah sebuah tulisan Tjoa. Sehingga tulisan Tjoa ini menjadi nilai yang tinggi terhadap tiap kain batik yang ada tulisan…

Jelajah Museum Batik Jawa (Bagian 2)

Museum Batik Pekalongan Terletak di  Jalan Jetayu No.1 Pekalongan, Jawa Tengah. Pada awal nya Museum batik ini adalah bekas kantor balai kota Pekalongan, pada masa penjajahan kolonial Belanda, gedung tersebut adalah kantor keuangan yang membawahi tujuh pabrik gula di karesidenan Pekalongan. Pada tahun 1972, terbentuk komunitas bernama Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan (PPBP) yang digagas oleh…

Ini Dia Ciri Khas Batik Hokokai

Ciri khas lain yang menonjol pada batik Hokokai ini adalah adanya bingkai atau frame yang biasa disebut susimoyo. Susimoyo ini hiasan pinggir kain yang berupa rangkaian bunga-bunga. Hiasan ini biasanya dibuat di sisi bawah kain atau di tigas sisi yaitu sisi kanan, kiri dan bawah kain. Hal ini merupakan adaptasi dari pinggiran kain kimono asal…

Batik Pedalaman, Kunci Lahirnya Peradaban Batik Indonesia

  Batik sudah menjadi budaya bangsa Indonesia sejak berabad silam. Perkembangan batik paling banyak adalah di Pulau Jawa. Masyarakat membuat batik untuk memenuhi kebutuhan mereka akan pakaian. Pada awal perkembangan hanya dikenal satu teknik yaitu batik tulis. Pekerjaan membatik banyak dikerjakan kaum wanita, yang membatik disel-sela pekerjaannya sebagai petani dan mengurus rumah tangga. Batik berkembang…

Batik Bakaran yang Tidak di Bakar, Bagaimana Sejarahnya? (Bagian 2)

Motif khusus yang diciptakan Nyi Baneowati sendiri adalah motif gandrung. Motif itu terinspirasi dari pertemuan dengan Joko Pakuwon, kekasihnya, di tiras pandelikan. Waktu itu Joko Pakuwon berhasil menemukan Nyi Banoewati. Kedatangan Joko Pakuwon membuat Nyi Banoewati yang sedang membatik melonjak gembira sehingga secara tidak sengaja tangan Nyi Banoewati mencoret kain batik dengan canting berisi malam,…

Batik Bakaran yang Tidak di Bakar, Bagaimana Sejarahnya? (Bagian 1)

Tidak banyak yang tahu soal batik Bakaran. Pamornya memang kalah tenar ketimbang batik Lasem, padahal letaknya sama-sama di sekitaran Pati dan Rembang. Batik bakaran ternyata punya catatan sejarah yang menarik. Konon menurut cerita,di kerajaan mojopahit ada seorang abdi dalem keraton yang bertugas merawat gedung pusaka dan memiliki keahlian membatik yang bernama Nyai Banowati. Berbagai motif…

Belajar Membatik di Museum Batik Pekalongan

Selain melihat dan mempelajari kain batik Indonesia, Museum Batik Pekalongan mempunyai Ruang Workshop dimana pengunjung juga dapat belajar membatik. Setiap pengunjung dapat mencoba belajar membatik sesuai kreasi desain masing-masing, dan hasilnya pun dapat dibawa pulang sebagai souvenir. Selain itu Museum juga menawarkan berbagai pelatihan batik lengkap meliputi beberapa proses yaitu teknik cap, teknik tulis, warna…

Pernah Dengar Batik Kamoro? Ini Dia Cirinya

Ciri khas dari motif Kamoro ini adalah motifnya yang asimetris, berbeda dengan batik jawa walaupun pembatik dikirim berasal dari Jawa. Motif-motif patung di kain batik Kamoro ini terkadang memiliki perbedaan, mulai dari gaya, ekspresi patung, baju atau aksesoris. Selain itu, di dalam motif Kamoro biasanya didukung dengan motif tumbuhan-tumbuhan khas Papua atau budaya-budaya yang ada…

Mau Kunjungi Museum Batik Pekalongan? Baca Dulu Aturan Ini

Kain sangat rentan terhadap suhu, kelembapan, dan cahaya. Apabila suhu terlalu panas dan kelembapan kurang, kain akan rapuh dan mudah ‘pecah’ atau robek. Apabila suhu terlalu rendah dan kelembapan tinggi, kain akan jamuran. Begitu pula dengan cahaya, kualitas dan warna kain akan menurun apabila terpapar lampu yang terlalu terang dan panas. Museum saat ini menggunakan…