Ternyata Ini Makna Dari Motif-Motif Batik (Bagian 2)

Berbicara soal batik tentu tak lepas dari makna yang dikandung di dalamnya. Maklum saja, karena kehidupan masyarakat Jawa tak lepas dari makna dan filosofi.

Sebelumnya telah diceritakan makna motif batik Kuwiri, Keraton, dan Sekar Jagad. Saat ini Batikplatform mencoba untuk mengulas lebih dalam lagi makna motif-motif tradisional lainnya.

Motif Batik Sekar Jagad

Motif yang mempunyai arti hamparan peta dunia ini merupakan motif batik yang berasal dari Solo dan Jogjakarta. Dengan corak geometris yang berulang dengan cara ceplok atau dipasangkan secara bersisian, motif Sekar Jagad selalu memiliki kesan indah. Motif Sekar jagad sendiri memikili makna keindahan, kecatikan dan keluhuran kehidupan di alam dunia dan akan membuat orang lain yang melihatnya akan terpesona.

Motif Batik Pringgondani

Motif Pringgondani merupakan motif yang mempunyai perpaduan warna yang gelap. Warna-warna gelap yang ditonjolkan dalam batik motif Pringgondani ini biasanya berwarna biru indigo, soga coklat yang diselingi dengan naga pada saluran kecilnya. Motif Pringgondani diambil dari nama kesatriyan tempat tinggal Gatotkaca putera Werkudara. Motif ini memiliki makna ketegasan yang akan membuat pemakainya akan tampil berwibawa dan elegan.

Motif Batik Sida Luhur

Nilai keluhuran adalah makna yang terkandung dalam motif batik Sida Luhur. Motif yang merupakan salah satu jenis batik keraton Yogyakarta dan Surakarta ini memiliki filosofi keluhuran hidup orang Jawa. Bagi orang Jawa, hidup mereka memang ditujukan untuk mencapai keluhuran, entah itu keluhuran jasmani (materi) atau keluhuran rohani (non materi). Harapan seseorang untuk mencapai kedudukan yang tinggi serta menjadi panutan masyarakat adalah makna tersirat motif Sida Luhur.

Motif Batik Sida Asih

Jika motif Sida Luhur memiliki makna keluhuran nilai hidup maka lain halnya dengan batik Sida Asih mengandung arti sebuah harapan agar manusia mengembangkan rasa saling menyayangi dan mengasihi antar sesama. Motif batik yang juga merupakan salah satu jenis kraton secara eksplisit terdapat harapan untuk mampu menciptakan ketentraman hidup di dunia maupun akhirat. Batik Sida Asih sering digunakan dalam acara-acara perkawinan yang mengisyaratkan pengejewantahan dari rasa saling menyayangi dan mengasihi antar sesame untuk menuju ketentraman hidup di dunia dan di akhirat.

Motif Batik Sida Mukti

Motif batik Sida Mukti umumnya nampak pada upacara perkawinan yang berfungsi sebagai kain. Motif yang terbentuk dari zat pewarna soga alam ini, mengandung unsur gurda didalamnya. Sedangkan makna dari motif Sida Mukti adalah harapan untuk mencapai kemakmuran dan kebahagiaan lahir dan batin. Pada masyarakat Jawa kemakmuran dan kebahagiaa hidup memang selalu menjadi hal yang didambakan. Pencapaian mukti atau kemakmuran lahir dan batin di dunia ini pun pada akhirnya juga berujung pada pencapainnya di akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *