Apa Saja yang Termasuk Pewarna Sintetis?

Sumber zat pewarna alam, seperti perdu, teh-tehan, kunyit, dan lainnya memang jumlahnya terbatas. Thus, pengolahannya jauh lebih rumit, padahal di sisi lain permintaan akan batik terus bertambah, Untuk itulah para pembatik terus mengembangkan sumber-sumber pewarna baru yang lebih praktis dari sisi pemakaian, dan lebih banyak jumlahnya.

Salah satu pengembangannya adalah sumber-sumber tinta sintetis. Zat pewarna buatan adalah zat pewarna yang dibuat menurut reaksi-reaksi kimia tertentu. Meski jumlahnya lebih banyak dari pewarna alami, namun pewarna sintetis yang dapat digunakan sebagai pewarna batik ini juga terbatas. Hal ini disebabkan dalam proses pewarnaan batik suhu pencelupan harus pada suhu kamar.

Apa saja pewarna sintetis yang populer di kalangan pembatik sekarang ini? Yuk kita simak.

Contoh beberapa pewarna sintetis yang diperjualbelikan secara bebas.Foto: fitinline.com
Contoh beberapa pewarna sintetis yang diperjualbelikan secara bebas.Foto: fitinline.com

Zat warna naphtol

Merupakan zat warna sintetis yang terdiri dari komponen naptol sebagai komponen dasar dan garam diazonium (garam naptol) yang menjadi komponen pembangkit warna. Untuk melarutkan dalam air zat warna ini sendiri diperlukan zat pembantu kostik soda. Dalam proses pencelupan naphtol ini dikerjakan dalam 2 tingkat yaitu pertama pencelupan dengan larutan naphtolnya sendiri (penaphtolan) dan kedua dibangkitkan dengan larutan garam diazodium akan diperoleh warna yang dikehendaki.

Zat warna indigosol

Zat warna indigosol atau sering juga disebut bejana larut yaitu zat warna cerah dan rata serta memiliki ketahanan luntur yang baik. Pada pewarnaan ini kain yang dicelupkan ke dalam larutan zat warna tidak akan mendapat warna yang diharapkan. Nah untuk mendapatkan warna yang dikehendaki, hasil kain harus dioksidasi/dimasukkan ke dalam larutan asam (HCl atau H2SO4). Obat pembantu sebagai oksidator yang diperlukan dalam pewarnaan dengan zat warna indigosol ini sendiri adalah Natrium Nitrit (NaNO2).

Zat warna indanthrene

Zat pewarna sintetis berikutnya adalah indanthrene. Zat warna buatan ini merupakan golongan zat warna bejana yang tidak larut dalam air. Namun berbeda dengan zat warna napthol, untuk proses pencelupan warna indanthrene ini tidak perlu menambahkan elektrolit sebab zat warna ini memiliki daya serap yang tinggi.

Zat warna rapid

Terakhir, zat warna sintesis adalah zat warna rapid. Zat pewarna yang biasanya digunakan untuk coletan jenis rapid fast ini merupakan campuran komponen naphtol dan garam  diazonium yang distabilkan. Untuk membangkitkan warna difixasi pada zat warna rapid ini diperlukan asam sulfat atau asam cuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *